Loading icon
Bagaimana Cara Berhubungan Intim Saat Hamil 9 Bulan

Bagaimana Cara Berhubungan Intim Saat Hamil 9 Bulan

Share:

Hal ini wajar, mengingat perut yang besar membuat berhubungan intim kadang tidak nyaman dan dipenuhi rasa was-was. Melansir dari Healthline, berikut posisi hubungan intim yang dapat kamu dan pasangan praktikan saat kondisi hamil tua. Selain aman dilakukan untuk ibu hamil, posisi ini meningkatkan keintiman dengan pasangan karena memungkinkan kamu dan suami saling berhadapan satu sama lain.

Posisikan kursi agar dekat tembok atau benda lain yang dapat digunakan untuk membantu kamu bangun dan beranjak di pangkuan suami. Hal ini bertujuan agar kualitas hubungan tetap terjaga, serta janin yang ada di dalam kandungan juga terhindar dari bahaya dan lahir dengan sempurna.

Pastikan pula kamu telah memeriksakan kehamilan secara rutin pada dokter kandungan sebelum melakukan hubungan intim saat hamil tua.

Berhubungan Seks Saat Hamil 9 Bulan Bolehkah atau Tidak?

Berhubungan Seks Saat Hamil 9 Bulan Bolehkah atau Tidak?

Selama kehamilan, pernahkah Parents bertanya-tanya aman tidak, ya, berhubungan intim dalam keadaan berbadan dua seperti ini? Selain itu, dr. Ardi juga menyarankan agar ibu hamil yang sudah menginjak usia kehamilan 9 bulan tetap aktif bergerak. Gerakan-gerakan ringan seperti berjalan kaki akan mendorong pergerakan kepala bayi ke rongga panggul yang merupakan jalan kelahiran. Jika ibu hamil mengalami hal ini, maka ia tak dapat melakukan hubungan seksual karena akan sangat berisiko bagi kesehatannya. Hal ini karena saat air ketuban pecah sebelum waktunya, lendir yang melindungi leher rahim akan tersapu sehingga membuat janin terpapar oleh dunia di luar dirinya. Risiko terjadinya infeksi pun meningkat dan akan semakin besar bila ibu hamil berhubungan badan pada kondisi ini.

Jika sebelumnya ibu hamil pernah melahirkan bayi secara prematur, maka sebaiknya tidak berhubungan badan ketika usia kandungan sudah menginjak 9 bulan. Itulah mengapa biasanya dokter akan melarang ibu hamil melakukan aktivitas seksual ketika usia kandungannya sudah menginjak 9 bulan.

Akibatnya, dokter pasti tidak akan menyarankan berhubungan seks, terlebih apabila janin sudah sampai di rongga panggul. Meski demikian, beberapa dokter mungkin masih mengizinkan sehingga perlu konsultasi lebih lanjut untuk memastikan aman tidaknya berhubungan seks bagi ibu hamil kembar yang sudah memasuki trimester ketiga.

Bunda Perlu Tahu, Ini Cara Berhubungan Seks di Usia Kehamilan 9 Bulan

Bunda Perlu Tahu, Ini Cara Berhubungan Seks di Usia Kehamilan 9 Bulan

Salah satunya karena kepala bayi bisa turun ke jalan lahir, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan tekanan selama berhubungan seksual. Namun, bagi banyak orang, ini masih tampak sedikit aneh dan mungkin berbahaya," kata dokter obgyn, Dr. Jamie Lipeles D.O., dilansir Bustle. Sebuah studi tahun 2004 menemukan bahwa berhubungan seks dapat meningkatkan Immunoglobulin A (IgA), yakni antibodi yang membantu mencegah flu dan infeksi lainnya. Meski pada penelitian tersebut tidak ditemukan bahayanya," ujar Dr. Jonathan Schaffir, profesor obgyn di Ohio State University College of Medicine.

Pada usia 9 bulan, perut Bunda kemungkinan sudah sangat besar dan membuat banyak posisi tidak mungkin dilakukan. Posisi ini dapat memudahkan untuk melihat, menyentuh, dan memijat tubuh dengan cara apa pun sampai mencapai klimaks.

Serviks Bunda tidak akan terlindungi dan dapat membuat bayi rentan terkena infeksi yang mungkin ditularkan dari penyakit menular seksual. Dokter umumnya menyarankan Bunda tidak berhubungan intim di usia kehamilan 9 bulan jika pernah melahirkan prematur sebelumnya.

Berhubungan saat Janin Sudah Masuk Panggul, Apakah Aman?

Berhubungan saat Janin Sudah Masuk Panggul, Apakah Aman?

Dikutip dari Baby Centre, selama dokter tidak memberikan larangan spesifik kepada Anda, maka hubungan seks masih boleh dilakukan, meski kehamilan sudah mencapai fase akhir. Melakukan hubungan seks dengan penetrasi penis juga tidak akan mengganggu bayi di dalam kandungan, karena Si Kecil sudah terlindungi oleh kantung ketuban.

Pasalnya, sejumlah keadaan seperti pernah keguguran, keluar flek atau perdarahan dari vagina, ketuban pecah dini hingga inkompetensi serviks, tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan intim saat hamil tua. Saat air ketuban pecah dini sebelum waktunya, lendir atau mucus plug yang melindungi leher rahim akan terlepas dan membuat janin terpapar oleh dunia luar. Namun jika air ketuban sudah keluar dan Anda masih melakukan kegiatan ini, risiko terjadinya infeksi akan meningkat. Pada ibu yang pernah punya riwayat persalinan prematur, dokter biasanya akan melarang berhubungan seks di trimester akhir kehamilan. Namun, tidak disarankan untuk berhubungan intim terlalu sering saat hamil (lebih dari 3 kali dalam seminggu), karena bisa memicu infeksi saluran kencing (ISK). Tidak hanya aman dilakukan, berhubungan seks di akhir masa kehamilan juga bisa memberikan beberapa manfaat untuk ibu hamil, seperti:.