Loading icon
Apa Hukumnya Jika Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri

Apa Hukumnya Jika Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri

Share:

Apa Hukumnya Jika Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri. "Tanya Jawab Fiqih Sehari-hari" menerangkan dalam hubungan badan suami dan istri, sudah sepatutnya keduanya saling mengerti dengan keinginan masing-masing. Idealnya kata dia, dalam berhubungan badan antara suami dan istri adalah kedua belah pihak harus merasa puas ‘keluar’ bersama-sama.

Sebab, seringkali istri merasa malu untuk mengungkapkan gejolaknya.” (Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Mesir, Mushtafa Al-Babi Al-Halabi, 1358/1939 M, Juz II, hal 52). Menurutnya, tindakan suami yang dalam berhubungan badan dan keluar duluan kemudian mengabaikan istrinya padahal dia belum tuntas syahatnya adalah makruh. Dari Anas bin Malik RA menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ketika seorang suami menggauli istrinya, maka hendaknya ia memberinya cinta dengan tulus (falyashduqha).

Suami Tolak Ajakan Istri untuk Berhubungan, Apa Hukumnya dalam Islam?

Apa Hukumnya Jika Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri. Suami Tolak Ajakan Istri untuk Berhubungan, Apa Hukumnya dalam Islam?

Tidak bisa dipungkiri, selama ini masyarakat kita, khususnya kaum perempuan sering sekali disodori dalil yang mengatakan bahwa istri akan dilaknat malaikat jika menolak ajakan suami. Bahkan Rasulullah SAW sendiri juga akan menegur para sahabatnya yang mengabaikan hak istri untuk mendapatkan nafkah batin.

Berlandaskan dalil hadis sahih dan ayat al-Qur'an, para ulama kemudian menetapkan bahwa seorang suami pun wajib untuk memberikan kepuasan seksual kepada istri. Wajib artinya bila tidak dilakukan mendapatkan dosa karena melanggar hak istri dan melalaikan kewajiban dalam pernikahan.

Karena itulah, seorang istri berhak menuntut nafkah batin pada suaminya, dan sang suami tidak boleh menolaknya. Jika suami tak mencampurinya, maka diangggap berdosa kepada Allah karena tidak menuruti perintah Tuhan yang tercantum dalam ayat tersebut.

Meski memenuhi kepuasan seksual adalah sebuah kewajiban bagi suami maupun istri, namun perlu digarisbawahi bahwa penting melihat bagaimana kondisi pasangan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan pasangan suami istri untuk tetap mesra selain berhubungan intim.

Pada akhirnya, bersikap baik kepada pasangan termasuk saat mengajak berhubungan badan adalah hal yang seharusnya diutamakan.

Berdosakah Suami yang Tidak Mampu Puaskan Pasangannya?

Apa Hukumnya Jika Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri. Berdosakah Suami yang Tidak Mampu Puaskan Pasangannya?

Jujur saja, kadang sebagai lelaki, aku begitu egois karena hanya memikirkan dan mementingkan "kepuasan"ku sendiri. Namun kemudian timbul pertanyaan, bagaimana jika lelaki yang menjadi suami dari seorang wanita ternyata impoten atau mengalami ejakulasi dini? Setelah membaca dari beberapa sumber ternyata ada dalil pokok yang mana wanita memiliki hak untuk itu. Sebagaimana lelaki ingin mendapatkan kepuasan dari istrinya dalam "berhubungan badan" begitu juga sebaliknya sang istri. Menurut Ibnu Hazm, bila suami tak lagi mampu memberikan nafkah batin maka tidak diperbolehkan bagi seorang hakim atau orang lain untuk menceraikan keduanya. Pendapat ini merujuk pada riwayat yang dinukil dari salah seorang tabiin, yakni Sa’id bin al-Musayyib.

Menurut tabiin yang wafat 94 H tersebut, pernikahan mereka bisa dipertahankan sampai batas waktu maksimal satu tahun.

Hukum Memuaskan Istri dengan Jari, Bolehkah Menurut Islam?

Apa Hukumnya Jika Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri. Hukum Memuaskan Istri dengan Jari, Bolehkah Menurut Islam?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum memuaskan istri dengan jari menurut Islam, kira-kira diperbolehkan atau tidak ya? Solopos.com, SOLO — Bagaimana hukum memuaskan istri dengan menggunakan jari suami, apakah diperbolehkan dalam Islam?

Hubungan intim yang dilakukan suami istri ternyata juga diatur dalam agama Islam, termasuk larangannya. Pasangan suami istri sah boleh melakukan berbagai hal untuk memuaskan hasrat seksualnya, seperti sentuhan, pandangan, maupun ciuman.

Akan tetapi, ada hal yang dilarang dalam Islam, yakni menggauli istrinya melalui duburnya dan berhubungan intim saat istri haid maupun nifas. As Syaikh Zainuddin Al Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan hukum suami memuaskan istri dengan jari diperbolehkan. “Boleh bagi suami menikmati semua jenis aktivitas seks dari istrinya selain pada lingkaran duburnya, meskipun dilakukan dengan mengisap klitorisnya.”.

Dan kami tidak mewajibkan mandi janabah kecuali jika ia memasukan zakarnya ke kemaluan istrinya atau duburnya.

Penyelesaian Perceraian dengan Khulu’ dan Akibat Hukumnya

Apa Hukumnya Jika Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri. Penyelesaian Perceraian dengan Khulu’ dan Akibat Hukumnya

Pengadilan Agama Blitar:. Imam Bonjol No.42, Kec. Sananwetan, Kota Blitar 66131. Telp: (0342) 801296. Fax: (0342) 801296. This email address is being protected from spambots.

You need JavaScript enabled to view it. This email address is being protected from spambots.

You need JavaScript enabled to view it.

Bagai Mana Hukum Memuaskan Suami dengan Mulut? Begini Kata Buya Yahya

Apa Hukumnya Jika Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri. Bagai Mana Hukum Memuaskan Suami dengan Mulut? Begini Kata Buya Yahya

KLIKMATARAM - Buya Yahya menjelaskan tentang hukum memuaskan suami menggunakan mulut istri. Buya Yahya menjawab pertanyaan apakah boleh seorang istri memuaskan suami dengan mulutnya? Buya Yahya menjelaskan tentang hal tersebut pada video ceramah yang diunggah pada kanal YouTube AL Bahjah TV.

Baca Juga: 4 Masalah yang Akan Terjadi Setelah Melahirkan, Jika Hamil Sebelum Pernikahan, Simak Kata Ustadz Abdul Somad. Menurut pandangan Buya Yahya, pertanyaan semacam ini memang sering muncul dan terdengar mesum tapi masalah fikih memang demikian dan harus dijawab. Ulasan tentang penjelasan Buya Yahya dibawah ini bisa dijadikan bahan pelajaran bagi pasangan suami istri tentang kaidah dalam berhubungan suami istri. Buya Yahya menjelaskan bahwa, pasangan suami istri boleh berbuat apa saja karena sudah halal secara agama, kecuali hal-hal yang dilarang.

Baca Juga: Adakah Pintu Taubat Bagi Seorang Pembunuh? Disaat istri sedang haid haram pasangan untuk melakukan berhubungan, disaat seperti itu kemudian istri memuaskan suami menggunakan mulut, boleh atau tidak?

Hukum Suami Memuaskan Istri dengan Bantuan Alat, Bolehkah? Begini Jawaban Buya Yahya

Apa Hukumnya Jika Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri. Hukum Suami Memuaskan Istri dengan Bantuan Alat, Bolehkah? Begini Jawaban Buya Yahya

JatimNetwork.com - Salah satu kunci dari kebahagiaan dan keharmonisan suatu rumah tangga adalah memiliki hubungan baik dalam biologis. Suami ataupun istri harus bisa memperhatikan kepuasan pasangannya, salah satunya dalam ururan di ranjang.

Baca Juga: Cara Membuat Ice Cream Oreo Tanpa Mesin, Sederhana ala Rumahan. Dikutip JatimNetwork.com dari Portal Jember yang berjudul 'Bolehkah Suami Memuaskan Istri dengan Bantuan Alat? Akan tetapi ada rasa mungkin karena cinta seorang suami, belaian, dsb” ungkap Buya Yahya. Buya Yahya menjelaskan bahwa seorang suami tentu memiliki banyak cara untuk membahagiakan istrinya dalam urusan ranjang. Namun, jika masih ada cara lain selain menggunakan alat, maka hal tersebut sebaiknya lebih baik dipilih. Kecuali memang wanita tersebut pernah melihat film, gambar-gambar alat sehingga pengennya kesana padahal tidak seperti itu” lanjut Buya Yahya.