Loading icon
Malam Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri

Malam Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri

Share:

Malam Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri. SUARAMERDEKA.COM - Benarkah berhubungan suami istri tidak dianjurkan atau dilarang dilakukan pada malam 1 Suro? Tak sedikit pasangan suami istri yang bertanya-tanya mengenai malam-malam yang dianjurkan atau tidak untuk berubungan suami istri atau bercinta, salah satunya di malam 1 Suro.

Sesungguhnya Allah ta’ala memberi keleluasaan bagi suami dan istri melakukan ibadah berhubungan suami istri di setiap waktu, asal tidak dalam kondisi haid dan nifas. Pendapat pertama datang dari ulama yang mengambil dasar kitab Ittihaf Sadat al-Muttaqin Syarh Ihya ‘Ulumiddin berikut:.

Sementara, pendapat tersebut dibantah oleh ulama fikih seperti Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’. Baca Juga: Malam 1 Suro, Berikut Ini 10 Ramalan Musibah hingga Kasus Artis di Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H.

“Dalil kami untuk menanggapi argumentasi semua pendapat di atas adalah seperti yang dikemukakan Ibnu al-Mundzir bahwa berhubungan badan hukumnya boleh karena itu kita tidak bisa melarang dan memakruhkannya tanpa dalil.”.

Ada Empat Malam yang Dilarang Berhubungan Intim Suami Istri

Malam Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri. Ada Empat Malam yang Dilarang Berhubungan Intim Suami Istri

Berhubungan intim suami istri yang dibenarkan sesuai syariat, Insya Allah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda sekaligus bisa menggugurkan dosa. Berhubungan intim suami istri yang baik dan benar sesuai tuntunan agama, akan menghasilkan kenikmatan lahiriyah dan batiniah, bahkan bisa menghasilkan kebahagiaan rumah tangga yang samawa (sakinah, mawadah dan warohmah) serta kerukunan dan kemesraan pasangan. Jangan Melakukan Hubungan Intim Seperti Ini, Bisa Berakibat Fatal. Selain akan mendapatkan kenikmatan biologis dan kepuasaan batin yang luar biasa, berhubungan intim suami istri yang baik dan benar pun, bisa menyehatkan badan.

Sebaliknya, tata cara hubungan intim yang dilarang dan kurang baik dilakukan, justru bisa menimbulkan dosa dan efek negatif pada keturunannya. Termasuk pengaruhnya bisa membawa penyakit dan mengakibatkan rasa sakit di beberapa anggota badan. Dilansir HaiBandung.com dari buku berjudul "Sorga Dunia di Malam Pengantin" karangan Ustad Labib MZ, ada empat malam yang dilarang melakukan hubungan intim suami istri. Baca Juga: Tujuh Orang Dilaknati Allah SWT, di Antaranya Cara Berhubungan Intim yang Dilarang Agama.

Bagaimana Hukum Melakukan Hubungan Suami Istri di Malam Idul Fitri?

(Mohon maaf sebelumnya, saya mau bertanya, apakah betul pada malam Lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, tidak boleh melakukan hubungan badan antara suami dan istri? Terkait pertanyaan penanya, berdasarkan fikih temuan saya, maka berhubungan suami istri pada malam hari raya atau malam lainnya adalah halal mubah, kecuali ada dalil yang mengharamkannya seperti pihak istri dalam keadaan haid atau nifas (Al-Baqarah: 222), dalam keadaan berpuasa (Al-Baqarah: 187), atau sedang Ihram haji dan umrah (Al-Baqarah: 197).

“Dalil kami untuk menanggapi argumentasi semua pendapat di atas adalah seperti yang dikemukakan Ibnu al-Mundzir bahwa berhubungan badan hukumnya boleh karena itu kita tidak bisa melarang dan memakruhkannya tanpa dalil. Namun ungkapan ini ditolak dengan sebab tidak adanya dalil yang tsabit sedikit pun, dan kewajiban membaca doa sebelum berhubungan badan itu akan dapat mencegah keburukan setan (Tuhfatul Muhtaj, Juz 3h. ‘Makruh bagi seseorang berhubungan badan di tiga malam tiap bulannya yaitu awal bulan, pertengahan bulan, dan akhir bulan’, dikatakan bahwa setan hadir jimak pada malam-malam ini dan dikatakan bahwa setan-setan itu berjimak di malam-malam tersebut (Ittihaf Sadat al-Muttaqin Syarh Ihya ‘Ulumiddin, Juz. Pada malam hari raya juga seharusnya kita isi dengan takbir dan dzikir,.

“Makruh jimak di awal malam lalu ia tidur dalam keadaan tidak suci, sesungguhnya roh itu naik ke arasy, maka siapa di antara roh-roh itu yang suci tidak sedang junub dia diizinkan sujud di arasy, sementara roh yang sedang berjunub itu tidak diizinkan ke arasy” (Abi Thalib al-Makki, Qutul Qulub, Juz.

Bolehkah Berhubungan Suami Istri saat Malam Takbiran? Berikut Penjelasannya

Malam Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri. Bolehkah Berhubungan Suami Istri saat Malam Takbiran? Berikut Penjelasannya

KABAR TEGAL - Berikut merupakan hukum mengenai berhubungan suami istri saat malam takbiran. Biasanya malam takbiran diisi dengan melantukan takbir dan berzikir untuk menyambut hari raya Idul Fitri.

Namun, banyak pertanyaan dari umat muslim apakah boleh berhubungans suami istri saat malam takbiran. Baca Juga: Contoh Teks Khutbah Sholat Idul Fitri Terbaru Menyentuh Hati Berjudul Andai ini Ramadhan Terakhir Bagiku. Dikutip dari Laman NU Jabar yang di jelakan oleh Ustadz Hikmatul Luthfi bin KH Imam Syamsudin "berhubungan suami istri pada malam hari raya atau malam lainnya adalah halal mubah, kecuali ada dalil yang mengharamkannya,".

Berikut pertanyaan dan jawaban di Laman NU Jabar yang dijawab oleh Ustadz Hikmatul Luthfi bin KH Imam Syamsudin :. Hapunten sateu acana, abdi bade tumaros, naha leres dina malam lebaran dua (idaen) atau Idul Fitri sareng Idul Adha teu kengeng hubungan suami istri? (Mohon maaf sebelumnya, saya mau bertanya, apakah betul pada malam Lebaran, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, tidak boleh melakukan hubungan badan antara suami dan istri?

Berhubungan Intim di Malam Takbiran dan Hari Lebaran, Gimana Hukumnya?

Malam Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri. Berhubungan Intim di Malam Takbiran dan Hari Lebaran, Gimana Hukumnya?

Bisnis.com, JAKARTA - Selama bulan ramadan, banyak pasangan suami istri menahan untuk berhubungan intim karena ingin menjaga ibadahnya tetap khusu. Tetapi, ada beberapa anggapan yang menyebutkan jika berhubungan di malam takbiran atau hari raya tidak diperbolehkan. Buya Yahya, pendiri Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren dengan Al-Bahjah Kabupaten Cirebon mengatakan berhubungan intim bagi pasangan suami istri di malam takbiran atau hari lebaran adalah halal.

Ustaz Abdul Somad juga mengatakan jika sehabis berhubungan suami istri tidak salat, maka dia berwudhu saja, dan sebelum tidur berzikir. "Orang yang dalam hadas besar hanya tidak boleh baca Quran, tetapi berzikir dan solawat masih bisa dilakukan," tambahnya.

Sementara itu, dikutip dari konsultasisyariah.com, disebutkan jika berhubungan intim pada malam hari raya atau siang harinya hukumnya mubah.

Suami Istri Jangan Lakukan Hal Ini Setelah Berhubungan di Malam Takbir, Kata Ustadz Abdul Somad

Malam Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri. Suami Istri Jangan Lakukan Hal Ini Setelah Berhubungan di Malam Takbir, Kata Ustadz Abdul Somad

PORTAL SULUT- Ada satu hal yang dilarang dalam Islam setelah berhubungan badan suami istri di malam takbir bulan Ramadhan kata Ustadz Abdul Somad. Ustadz Abdul Somad melarang suami istri melakukan hal ini setelah berhubungan badan di malam takbir bulan Ramadhan.

Baca Juga: Inilah Alasan Khodam Kajiman Banyak Diburu! Hanya 3 Weton Ini yang Bisa Menguasai Mahkluk Astral Kajiman.

Menurut Ustadz Abdul Somad, dengan melakukan hal yang dilarang ini setelah berhubungan suami istri, maka dosa besar akan didapatkan meski suami istri. Bagi pasangan suami istri sebaiknya mengetahui hukum berhubungan badan di malam takbir bulan Ramadhan.

Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya dikutip dari kanal YouTube Slamet Basuki, menjelaskan jika suami istri dihalalkan berhubungan badan di malam takbir bulan Ramadhan. 8 Weton yang paling Aman Sepanjang Hayatnya, Sehat, Makmur dan Bahagia.

Disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 187 yang artinya:. "Dihalalkan bagi kamu pada malam bulan Ramadhan melakukan hubungan suami istri dengan istri kamu,".

Suami Istri Dilarang Hubungan Intim pada Hari Tertentu, Begini Hukumnya Menurut Buya Yahya

Malam Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri. Suami Istri Dilarang Hubungan Intim pada Hari Tertentu, Begini Hukumnya Menurut Buya Yahya

SEPUTARTANGSEL.COM - Hubungan intim merupakan salah satu kebutuhan pasangan suami istri untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Namun ternyata, ada anggapan atau mitos yang mengatakan bahwa suami istri dilarang melakukan hubungan intim pada hari-hari tertentu. Menanggapi hal ini, Buya Yahya segera membantah anggapan tersebut.

Ia mengatakan semua hari baik, termasuk untuk melakukan hubungan intim antara suami istri. Baca Juga: Istri Jangan Layani Permintaan Suami untuk Lakukan Ini Saat Berhubungan Intim, Buya Yahya: Tidak Akan Puas. Bahkan, Buya Yahya melarang umat Islam meyakini adanya hari-hari tertentu yang dianggap buruk. kata Buya Yahya, dikutip SeputarTangsel.Com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Sabtu, 26 Februari 2022. Namun apabila istri menolak diajak suami untuk hubungan intim di hari-hari tertentu dengan alasan yang baik seperti ikut pengajian, maka Buya Yahya menyarankan agar jujur kepada suami. Baca Juga: Istri Jangan Layani Permintaan Suami untuk Lakukan Ini Saat Berhubungan Intim, Buya Yahya: Tidak Akan Puas.

Adakah Hari Tidak Baik untuk Berhubungan Suami Istri, Bagaimana Menurut Islam? Ini Penjelasan Buya Yahya

Malam Yang Dilarang Untuk Berhubungan Suami Istri. Adakah Hari Tidak Baik untuk Berhubungan Suami Istri, Bagaimana Menurut Islam? Ini Penjelasan Buya Yahya

PORTAL SULUT — Ada sebagian orang membagi hari baik dan tidak baik dalam hal berhubungan suami istri. Seperti apa hukum Islam menyikapi hal tersebut!

Apakah ada hari yang tidak baik bagi suami istri untuk berhubungan intim? Baca Juga: Sempurnakan Ibadahmu dengan Amalan Subuh Hari Raya Idul Fitri ini, Segala Dosa akan Terhapus Seketika! Menanggapi hal itu, Buya Yahya menjelaskan, semua hari baik untuk kebaikan, tidak boleh meyakini ada hari-hari tidak baik untuk berhubungan suami istri.

Hari baik semuanya dari mana ilmu begitu,” terang Buya Yahya, seperti dilansir portalsulut.pikiran-rakyat.com pada Minggu 1 Mei 2022 dari kalal YouTube Buya Yahya, diunggah 6 Februari 2022. Menurut Buya Yahya, jika itu alasan karena melakukan kebaikan lain, misalnya Sabtu ngaji di majelis, kemudian hari Ahad dan Selasa ada kegiatan serupa, bilang saja tidak bisa dan sampaikan alasannya. “Bilang saja jika hari Sabtu ada majelis dan seterusnya.

Semuanya hari baik,” kata Buya Yahya.