Loading icon
Mengapa Setelah Berhubungan Intim Keluar Keputihan

Mengapa Setelah Berhubungan Intim Keluar Keputihan

Share:

Jika Anda mengalami keputihan berwarna putih atau kekuningan dengan tekstur pekat, tebal, dan bau yang kuat, bisa jadi ini adalah infeksi. Jika keputihan berwarna kuning kehijauan biasanya kondisi ini menandakan infeksi bakteri atau penyakit kelamin yang menular.

Keputihan yang berwarna merah muda biasanya mengandung sedikit darah. Namun, ketika Anda mengalami hal ini setelah berhubungan seks bisa jadi ada robekan kecil di vagina atau leher rahim.

Biasanya, kondisi ini menandai adanya gejala infeksi bakteri vagina yang disebut bacterial vaginosis. Selain keputihan yang berwarna abu, kondisi ini juga menyebabkan berbagai gejala lain seperti:. Jika Anda mengalami hal ini, segera konsultasikan ke dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik jika Anda positif mengalami infeksi bakteri vagina.

Keputihan Setelah Berhubungan Seks, Normal Enggak Ya?

Keputihan Setelah Berhubungan Seks, Normal Enggak Ya?

Namun perlu digaris bawahi, tidak semua orang mengalami keputihan yang normal setelah berhubungan seks, Moms. Bisa saja keputihan yang keluar dari vagina usai. tersebut tidak normal dan mengidentifikasikan adanya infeksi. Jenis infeksinya pun bisa berbeda-beda bergantung pada kondisi setiap orang.

Keputihan Setelah Berhubungan Seksual, Apakah Tanda Hamil?

Keputihan Setelah Berhubungan Seksual, Apakah Tanda Hamil?

Nah, tetapi ada juga nih, Bunda yang bertanya-tanya mengapa keputihan bisa keluar sangat banyak. Melansir Parents, keputihan memang menjadi salah satu hal yang dirasakan di awal kehamilan. Tetapi, yang perlu diperhatikan saat keputihan mengalami peningkatan sesegera mungkin setelah Bunda hamil. Biasanya, kondisi ini dikarenakan tubuh Bunda mulai memompa keluar ekstra estrogen dan progesteron, di mana memicu aliran sekresi vagina yang lebih banyak. Tetapi itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan," ujar Elizabeth G. Stewart, MD, salah satu penulis The V Book. Cairan keputihan ini mirip dengan yang Bunda alami di antara waktu menstruasi, hanya saja sedikit lebih kental.

Jadi, Bunda dapat memperhatikan perubahan keputihan yang dialami terlebih dahulu ya, apakah menunjukkan tanda-tanda seperti di atas. Kalau memang Bunda ingin memastikan hamil atau tidak, tak ada salahnya menggunakan alat tes kehamilan agar lebih akurat.

Bunda, simak juga yuk, mitos atau fakta bahwa timun bisa menyebabkan keputihan seperti ulasan dalam video berikut:.

Keputihan Setelah Berhubungan Intim, Berbahayakah?

Keputihan Setelah Berhubungan Intim, Berbahayakah?

Cairan yang keluar dari vagina sebenarnya menandakan bahwa organ reproduksi Anda dalam kondisi sehat. Alasan munculnya keputihan setelah berhubungan pertama adalah bacterial vaginosis, yaitu ketika bakteri vagina berkembang biak secara berlebihan.

Hal ini bisa terjadi ketika keseimbangan pH vagina terganggu akibat aktivitas seksual atau menggunakan produk pembersih wanita tertentu. Ciri-ciri dari bacterial vaginosis adalah aroma tidak sedap setelah berhubungan, keputihan dengan jumlah lebih banyak, rasa gatal, bahkan sensasi terbakar saat buang air kecil.

Ciri-cirinya adalah keluarnya keputihan dengan jumlah lebih banyak dari biasanya hingga kemungkinan pendarahan meski sedang tidak menstruasi. Segera konsultasikan kepada dokter apabila terdeteksi keputihan setelah berhubungan dengan warna dan aroma yang berbeda dari biasanya.

Jika warna cairan keputihan adalah kuning, hijau, atau keabuan dengan aroma yang tidak sedap, bisa mengindikasi adanya infeksi. Meski banyak kondisi yang menunjukkan bahwa keputihan setelah berhubungan adalah sinyal terjadinya infeksi, bukan berarti selalu berbahaya.